Puisi: Tolong Jangan Kau bid’ahkan Muludan & Marhabanan

Sumber gambar dari : nuryblog.com

Muludan
Oleh : Manggala Kayan

Muludan
Sebuah kata yang identik dengan jaburan
Bercampur gelak tawa anak penuh keriangan
Di masjid-masjid pun ada marhabanan

Muludan
Yang terngiang dalam ingatan
Saat aku dan kawan bertukar kado yang kita bawa
Saat itulah muludan tiba

Atau Sebuah tempat penuh keriuhan
Para pedagang berkumpul menjajakan makanan
Ombak banyu, kemidi putar ikut memeriahkan
Kata orang itu muludan

Saat muludan singgah
Anak-anak desa pun riang gembira
Marhabanan keliling dari rumah ke rumah
Bulan penuh berkah pembawa kabar bahagia

Tahukah engkau sejatinya muludan?
Sejatinya ada tradisi marhabanan?
Keriuhan pun tercipta
Keberkahan pun menyeruak karenanya

Muludan
Curahan kebahagiaan atas kelahiran Baginda sang junjungan
Alam pun menyambutnya
Api abadi kerajaan Persi seketika padam
Lembah dan bukit di Mekkah diterangi cahaya terang sang Junjungan
Kelahirannya membuat istana kaisar di negeri Syam roboh karena silau cahayanya
Lantas kita umatnya tak menyambutnya?

Kita umatnya yang dirindukan
Karena kita tak bertatap muka
Tak pernah melihat mu’jizatnya
Kita yakin dan percaya pada sang junjungan

Tolong jangan kau bid’ahkan marhabanan
Salahkah kIta istimewakan, yang makhluk Allah muliakan?
Pujian-pujian yang kau anggap berlebihan
Kita yakin pujian itu sepadan dengan kemuliaan yang dilimpahkan

Marhabanan
Adalah cara kita bersholawatan
Cara memuliakan insan yang dimuliakan
Berharap keberkahan yang bertebaran

Cirebon, 09 November 2019

Gravatar Image
Hobi pakai celana kolor yang suka menulis di Blog dan mempelajari tentang dunia SEO, Web desain & Internet Marketing secara otodidak. Basik pendidikan cuma tamatan SMU tidak pernah merasakan sedikitpun empuknya bangku kuliah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *